Pada dasarnya, setiap
bagian tubuh yang ditumbuhi rambut memang berpotensi untuk diserang kutu, tidak
terkecuali daerah pubis (sekitar alat kelamin). Kutu pubis atau kutu kelamin dimasukkan dalam
kategori Penyakit Menular Seksual (PMS) lantaran penularannya kerap melalui
kontak seksual yang melibatkan area kemaluan.
Bila dibandingkan dengan
PMS lainnya, kutu pubis saya rasa tidak terlalu berbahaya. Namun, serangan kutu
ini bisa mengakibatkan dampak yang lumayan menjengkelkan.
Rasa gatal yang
ditimbulkannya selain membuat penderitanya tidak nyaman, juga dapat merembet ke
hal lain seperti mengganggu konsentrasi dan yang jelas bikin malu kalau
kedapatan menggaruk di muka umum (walau sebelum menggaruk sudah tengok
kanan-kiri).
Warnanya
kelabu kekuningan (kombinasi yang kurang sedap, menurut saya) dan bentuk
badannya kalau dilihat dengan pembesaran tertentu menyerupai kepiting. Kutu
pubis biasanya mencengkeram sehelai rambut kemaluan dengan cakarnya dan
menancapkan kepalanya ke kulit di mana ia menghisap darah dari pembuluh darah
yang kecil.
Gejala
terjangkit kutu pubis gampang saja dikenali, yaitu gatal yang tidak
berkesudahan walau sudah digaruk. Pada beberapa orang bahkan bisa timbul ruam
alergi setelah menggaruk dengan dahsyat yang dapat terinfeksi bakteri.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar