Senin, 24 Februari 2014

Kutu Kelamin yang sangat mengganggu



Pada dasarnya, setiap bagian tubuh yang ditumbuhi rambut memang berpotensi untuk diserang kutu, tidak terkecuali daerah pubis (sekitar alat kelamin). Kutu pubis atau kutu kelamin dimasukkan dalam kategori Penyakit Menular Seksual (PMS) lantaran penularannya kerap melalui kontak seksual yang melibatkan area kemaluan.

Bila dibandingkan dengan PMS lainnya, kutu pubis saya rasa tidak terlalu berbahaya. Namun, serangan kutu ini bisa mengakibatkan dampak yang lumayan menjengkelkan.

Rasa gatal yang ditimbulkannya selain membuat penderitanya tidak nyaman, juga dapat merembet ke hal lain seperti mengganggu konsentrasi dan yang jelas bikin malu kalau kedapatan menggaruk di muka umum (walau sebelum menggaruk sudah tengok kanan-kiri).

Warnanya kelabu kekuningan (kombinasi yang kurang sedap, menurut saya) dan bentuk badannya kalau dilihat dengan pembesaran tertentu menyerupai kepiting. Kutu pubis biasanya mencengkeram sehelai rambut kemaluan dengan cakarnya dan menancapkan kepalanya ke kulit di mana ia menghisap darah dari pembuluh darah yang kecil.

Gejala terjangkit kutu pubis gampang saja dikenali, yaitu gatal yang tidak berkesudahan walau sudah digaruk. Pada beberapa orang bahkan bisa timbul ruam alergi setelah menggaruk dengan dahsyat yang dapat terinfeksi bakteri.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar