Sumber infeksi kutu kelamin adalah kontak intim dengan orang
yang terinfeksi. Karena penularan terjadi selama hubungan intim, hubungan
seksual yang sebenarnya tidak diperlukan untuk penyebaran kutu kelamin.
Kutu kelamin juga dapat ditularkan melalui kontak dengan barang-barang yang terkontaminasi seperti handuk, seprai atau pakaian. Kutu tidak melompat atau terbang, maka kontak sebenarnya diperlukan untuk transmisi.
Seorang individu mungkin memperoleh infeksi karena tidur
bersama atau dari handuk. Kucing, anjing dan hewan peliharaan lainnya tidak
terlibat dalam penyebaran kutu manusia.
Kutu kelamin sebaiknya juga harus memeriksakan diri untuk
infeksi seksual lainnya, karena berdasarkan etiologi penyakit, infeksi kutu
kelamin diklasifikasikan sebagai infeksi menular seksual (IMS).
Penularan biasanya terjadi selama aktivitas seksual. Namun, hal itu juga dapat terjadi melalui kontak fisik dengan objek yang terkontaminasi seperti toilet kursi, seprai dan selimut. Bahkan, beberapa wanita mendapatkan kutu kelamin ketika mencoba pakaian renang.
Penularan biasanya terjadi selama aktivitas seksual. Namun, hal itu juga dapat terjadi melalui kontak fisik dengan objek yang terkontaminasi seperti toilet kursi, seprai dan selimut. Bahkan, beberapa wanita mendapatkan kutu kelamin ketika mencoba pakaian renang.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar