Pada
wanita, klamidia dapat menyebabkan Penyakit Radang Panggul (PRP) yang berakibat
wanita tersebut menjadi mandul (tidak dapat mempunyai anak).
Infeksi C. trachomatis
dapat meluas dari serviks melalui endometrium ke tuba dan kemudian parakolikal
menuju ke diafragma kanan. Beberapa dari penyebaran ini menyerang permukaan
anterior liver dan peritoneum yang berdekan sehingga menimbulkan perihepatitis.
Parenchym hati tidak diserang sehingga tes fungsi hati biasanya normal.
Bila tidak diobati,
kendati tidak menimbulkan keluhan berarti, penyakit bisa menjalar ke mana-mana
bagian organ reproduksi baik pria maupun wanita. Pengidap chlamydia juga lebih
rentan untuk terserang HIV/AIDS dibanding yang tidak mengidapnya. Diperkirakan
yang positif chlamydia 3 sampai 5 kali lebih berisiko terserang HIV/AIDS.
Pada penderita Klamidia
dapat dirasakan pada daerah Kulit reproduksi tampak merah dan terasa hangat,
dan jika tidak diobati akan terbentuk lubang (sinus) di kulit yang terletak
diatas kelenjar getah bening tersebut. Dari lubang ini akan keluar nanah atau
cairan kemerahan, lalu akan membaik; tetapi biasanya meninggalkan jaringan
parut atau kambuh kembali.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar