Infeksi
klamidia pada leher rahim (cervicitis) adalah penyakit menular seksual yang
asimtomatik (tidak bergejala) pada sekitar 50-70% wanita yang terinfeksi dengan
penyakit ini. Infeksi dapat ditularkan melalui vagina, anal, ataupun oral.
Mereka yang mengalami asimtomatik ini kira-kira setengahnya akan mengembangkan
Penyakit Radang Panggul (PRP), istilah umum untuk infeksi rahim, saluran tuba,
dan / atau ovarium.
PRP
dapat menyebabkan munculnya jaringan parut di dalam organ-organ reproduksi,
yang kemudian dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk nyeri panggul
kronis, kesulitan menjadi hamil, ektopik (tuba) kehamilan, dan komplikasi pada
kehamilan lainnya yang berbahaya. Chlamydia menyebabkan 250.000 sampai 500.000
kasus PID setiap tahun. Wanita yang terinfeksi dengan klamidia adalah hingga
lima kali lebih mungkin terinfeksi HIV, jika terkena.
Tetrasiklin adalah
antibodi pilihan yang sudah digunakan sejak lama untuk infeksi genitalia yang disebabkan
oleh C.trachomatis. Dapat diberikan dengan dosis 4 x 500 mg/h selama 7 hari
atau 4 x 250 mg/hari selama 14 hari. Analog dari tetrasiklin seperti
doksisiklin dapat diberikan dengan dosis 2 x l00 mg/h selama 7 hari. Obat ini
yang paling banyak dianjurkan dan merupakan drug of choice karena cara
pemakaiannya yang lebih mudah dan dosisnya lebih kecil.
Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan
apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi
Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.
article from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar