Haid tidak teratur ini pun
membuat ibu sulit mencari kapan masa subur dan tidak. Seharusnya, jika haid
teratur, masa subur dapat ditemukan dengan mudah. Contoh, jika siklusnya 30
hari, maka masa subur diperkirakan 16 hari setelah hari pertama haid.
Berbeda dengan siklus
panjang dan pendek, sulit sekali menghitung masa subur karena tak ada rumus
yang dapat digunakan. Namun begitu, ibu tak perlu berkecil hati. Sebab, dengan
kecanggihan pengobatan modern, hal ini bisa diatasi.
Nanti dokter akan membantu
ibu mencari apa penyebabnya, untuk kemudian diberikan solusinya yang tepat.
Tentu diperlukan kerja sama yang lebih intens antara ibu dan pasangan dengan
dokter. Mudah-mudahan dengan terapi yang dilakukan bisa membuat pasien segera
hamil.
Baik siklus pendek maupun
panjang, sama-sama menunjukkan ketidakberesan pada sistem metabolisme dan
hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit hamil. Pada siklus pendek,
ibu mengalami “unovulasi” karena sel telur tidak terlalu matang sehingga sulit
untuk dibuahi.
Pada siklus panjang, hal
ini menandakan sel telur jarang sekali diproduksi atau ibu mengalami
ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika sel telur jarang diproduksi berarti
pembuahan akan sangat jarang terjadi. Padahal, haid merupakan tanda kalau ibu
sedang subur.
Sekian
informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada
pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter
Online” di bawah ini. Terima kasih.
article
from: ginekologihospital
Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar